Microsoft dilaporkan mengajukan paten untuk sebuah asisten berbasis kecerdasan buatan yang dirancang membantu gamer menyelesaikan permainan yang sulit. Berbeda dari fitur panduan biasa, asisten AI ini bahkan mampu mengambil alih kontrol permainan sementara waktu ketika pemain mengalami kesulitan.
Konsep tersebut menawarkan pendekatan baru dalam dunia gaming. Saat pemain terjebak di misi tertentu, sistem berbasis cloud akan menampilkan pop-up yang menawarkan bantuan AI. Jika pemain menyetujui, asisten AI akan mengendalikan karakter untuk membantu menyelesaikan bagian permainan yang sulit.
Contohnya pada game balapan. AI dapat mengarahkan kendaraan melewati lintasan yang rumit atau bagian yang sering membuat pemain gagal. Setelah tantangan berhasil dilewati, kontrol permainan akan kembali sepenuhnya kepada pemain. Informasi ini dilaporkan oleh Dexerto pada Kamis (5/3/2026).
Identitas Asisten AI
Selama sesi bantuan berlangsung, pemain dapat melihat identitas serta profil asisten yang sedang membantu. Sistem juga menampilkan peringkat keandalan AI, sehingga gamer dapat mengetahui tingkat kemampuan asisten tersebut.
Menariknya, paten ini tidak hanya membahas bantuan dari AI. Microsoft juga mempertimbangkan kemungkinan bantuan dari pemain Xbox lain yang bersedia membantu secara langsung melalui sistem yang sama.
Dokumentasi paten menunjukkan bahwa teknologi ini dapat digunakan pada berbagai genre permainan, tidak hanya game balapan tetapi juga RPG dan jenis game lainnya. Sistem AI dirancang untuk menganalisis pola kegagalan pemain, lalu memberikan bantuan di titik yang sering menjadi hambatan.
Microsoft juga menambahkan sejumlah fitur fleksibel agar pemain tetap memiliki kendali penuh. Gamer dapat menghentikan bantuan kapan saja, melanjutkan permainan dari titik terakhir asisten berhenti, atau mencoba kembali dari bagian yang sebelumnya gagal.
Paten ini berjudul State Management for Video Game Help Sessions dan dirilis pada 12 Februari 2026. Meskipun konsep awalnya telah diajukan sejak 2024, teknologi tersebut ditujukan untuk membantu pemain yang terlalu lama terjebak pada bagian permainan yang sulit.
Ide ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, Sony juga pernah mematenkan sistem serupa yang menggunakan “hantu” AI untuk membantu pemain melewati tantangan tertentu. Di industri game, perusahaan besar memang sering mendaftarkan berbagai paten inovatif, meskipun tidak semuanya akhirnya menjadi fitur nyata.
Meski begitu, kehadiran asisten AI yang mampu memberikan bantuan langsung berpotensi menghadirkan pengalaman bermain yang lebih adaptif. Jika benar-benar diterapkan pada konsol Xbox di masa depan, teknologi ini bisa mengubah cara gamer menghadapi tantangan dalam permainan.