Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 M / 1447 H

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 M/1447 H

Jadwal Imsakiyah yang disajikan merupakan data resmi dari Kementerian Agama RI (Kemenag) untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Meskipun terdapat perbedaan waktu beberapa menit antar kota atau kecamatan karena faktor lintang dan bujur geografis, jadwal imsakiyah ini tetap dapat dijadikan acuan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2026 M / 1447 H.

Daftar Isi

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 M / 1447 H

Jadwal Imsakiyah ini dilengkapi dengan fitur deteksi lokasi otomatis dan manual. Setelah jadwal ditampilkan, pengguna dapat mengunduhnya dalam format PDF. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menyimpan, membagikan, atau mencetak jadwal puasa sebulan penuh secara praktis.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan
Bulan Suci Penuh Berkah
Pilih lokasi untuk menampilkan jadwal
1447 H / 2026 M
Mendeteksi lokasi Anda...

Pilih lokasi untuk menampilkan jadwal imsakiyah Ramadhan

Hukum Puasa

Puasa Ramadhan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat, yaitu berakal, baligh, sehat, dan tidak sedang dalam perjalanan (musafir). Kewajiban ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Secara bahasa, puasa (shaum) berarti menahan, sedangkan secara istilah syar'i adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, hubungan suami istri, serta dari perbuatan buruk sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenamnya matahari (maghrib) dengan niat karena Allah SWT.

Amalan Sunnah

Selain menahan lapar dan dahaga, memperbanyak amalan sunnah sangat dianjurkan untuk meningkatkan pahala, seperti bersedekah, membaca Al-Qur'an (tadarus), memperbanyak dzikir, shalat tarawih, dan iktikaf di masjid terutama di sepuluh malam terakhir.

Hal-hal yang membatalkan puasa dan wajib diganti (qadha) antara lain: makan dan minum dengan sengaja, muntah yang disengaja, hubungan suami istri di siang hari, keluar haid atau nifas, dan hilang akal (gila).

Sementara perbuatan yang mengurangi pahala puasa tetapi tidak membatalkannya seperti berkata kotor, ghibah, berbohong, dan marah tanpa alasan yang benar.

Doa Niat Puasa

Dalam Islam, niat memiliki kedudukan yang sangat penting. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Oleh karena itu, memahami niat puasa Ramadhan yang benar sesuai sunnah Rasulullah SAW perlu dipahami secara benar agar ibadah yang dijalani bernilai sempurna di sisi Allah SWT.

Sebelum sahur, dianjurkan membaca niat puasa:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

"Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta‘ala".

Setelah makan sahur, dianjurkan berdoa memohon kekuatan dan keberkahan.

اَللّٰهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلٰى اِقَامَةِ اَمْرِكَ وَاَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلَاوَةَ ذِكْرِكَ وَاَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لِاَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَاحْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَسِتْرِكَ يَا اَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

"Ya Allah, berikanlah aku kekuatan untuk menegakkan perintah-Mu di bulan ini, berilah aku manisnya berdzikir, berilah aku semangat untuk bersyukur kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu, dan jagalah aku dengan penjagaan dan perlindungan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Melihat."

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَقِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَنَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ وَهَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا اِلٰهَ الْعَالَمِيْنَ وَاعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

"Ya Allah, jadikanlah puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sejati, shalat malamku sebagai shalat orang-orang yang menegakkan shalat, bangunkanlah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai, ampunilah dosa-dosaku wahai Tuhan semesta alam, maafkanlah aku wahai Pengampun orang-orang yang berdosa."

Doa Berbuka Puasa

Membaca doa buka puasa adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat makanan dan minuman yang diberikan setelah seharian berpuasa. Dengan membaca doa, kita juga memohon keberkahan atas rezeki yang telah dikaruniakan-Nya.

Doa berbuka puasa menurut HR Bukhari dan Muslim:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Doa berbuka puasa menurut HR Abu Daud:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

"Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."

Penutup

Dengan berpedoman pada jadwal imsakiyah yang telah ditetapkan ini, diharapkan umat Muslim di seluruh Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lebih tertib dan khusyuk. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kita semua diberikan kemudahan, kesehatan, dan keikhlasan hingga akhir bulan Ramadan.

Posting Komentar